Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w.
Manusia akan menyesuaikan diri dengan zamannya sebagaimana mereka mirip dengan orangtuanya.
Manusia terbagi dalam dua golongan: yang meyakini akan hilangnya (kematian) kekasih-kekasih mereka, atau tergesa-gesa dengan kehilangan dirinya sendiri.
Manusia akan senantiasa menjadi musuh bagi apa yang tidak diketahuinya.
Manusia terbagi dalam tiga golongan:
- Pertama, orang Zuhud yang tekun. Orang yang Zuhud tidak membesarkan apa yang diberikan Alloh kepadanya karena merasa gembira dengannya, dan tidak terlalu menyesal atas apa yang luput darinya.
- Kedua, Orang yang Sabar dalam memerangi hawa nafsunya. Orang yang sabar, nafsunya membujuknya kepada kesenangan dunia, lalu dia memandang pada kesenangannya, maka dia mendustakannya.
- Ketiga Orang yang senang memperturutkan hawa nafsunya. Adapun orang yang menyukai dunia, nafsunya membujuknya kepada kesenangan dunia, maka dia menyambutnya. Lalu dunia memerintahkannya agar menjadikan kesenangan dunia ini sebagai prioritas, maka dia pun mematuhinya. Akhirnya, dia mengotori kehormatan dirinya dengannya, merendahkan kemuliaannya, dan menyia-nyiakan akhiratnya.
Manusia terbagi dalam dua pekerja:
- Pertama, Pekerja yang bekerja untuk dunianya, yang dunianya telah memalingkan pandangannya dari akhiratnya. Dia khawatir meninggalkan kemiskinan kepada ahli warisnya, dan dia berusaha memastikan agar dirinya terjamin dalam hidupnya. Maka dia menghabiskan umurnya demi kemanfaatan orang lain.
- Kedua, Orang yang bekerja di dunia ini untuk akhiratnya. Maka dunia mendatanginya tanpa ia harus bekerja. Dia memperoleh dua keberuntungan sekaligus (dunia dan akhirat), dan dia memiliki bekal seluruhnya. Maka, dia menjadi orang yang mempunyai kedudukan disisi Alloh. Dia tidak memohon kepada Alloh akan suatu kebutuhan (karena kekayaan yang sudah diperolehnya) yang bisa jadi Alloh akan menolak permohonannya.
Manusia terbagi dalam dua golongan: Orang yang mendapatkan sesuatu, namun dia merasa cukup; Dan Orang yang mencari sesuatu, namun dia tidak mendapatkannya.
Cermin yang di dalamnya seseorang dapat melihat akhlaknya adalah manusia. Sebab, dalam diri manusia, seseorang dapat melihat kebaikan-kebaikannya dari sahabat-sahabatnya dan keburukan-keburukannya dari musuh-musuhnya.
Manusia sedang tidur; jika mereka mati, mereka bangun.
Silaturahim
Sebaik-baik keluargamu adalah yang mencukupimu.
Tidaklah menjadi keluargamu orang yang paling menyengsarakanmu.
Muliakanlah keluargamu karena mereka adalah sayapmu yang dengannya engkau terbang, asalmu yang kepadanya engkau kembali, dan tanganmu (kekuatanmu) yang dengannya engkau mengalahkan (musuhmu).
Barangsiapa yang dikaruniai harta (kekayaan) oleh Alloh, maka hendaklah dia menyambungnya dengannya tali kekerabatannya.
Seyogyanya bagi orang-orang yang mempunyai hubungan kekerabatan untuk saling mengunjungi, tidak saling menjauh.
Kekerabatan memerlukan kecintaan, sedangkan kecintaan tidak memerlukan kekerabatan.
Dihimpun dan disusun oleh Exclusives On
