Ibn Mubarok
mengatakan bahwa Khalid bin Ma'dan berkata kepada sahabat Mu'adz bin Jabal r.a.:
"Ceritakanlah satu hadits yang kau dengar dari Rosululloh saw, yang kau
menghafalnya dan setiap hari kau mengingatnya lantaran saking keras, halus, dan
dalamnya makna hadits tersebut. Hadits manakah yang menurut pendapatmu paling
penting?"
Mu'adz menjawab:
"Baiklah, akan kuceritakan." Sesaat kemudian, ia pun menangis hingga
lama sekali, lalu ia bertutur, "hmm, sungguh kangennya hati ini kepada
Rosululloh saw, ingin rasanya segera bersua dengan beliau.."
Ia melanjutkan,
"Suatu saat aku menghadap Rosululloh saw, Beliau menunggangi seekor unta
dan menyuruhku naik dibelakangnya kami dengan unta tersebut. Kemudian beliau
menengadahkan wajahnya ke langit, dan berkata : "Puji syukur kehadirat
Alloh, Yang Maha Berkehendak kepada makhluk-Nya menurut kehendak-Nya."
Kemudian
Rosululloh saw berkata: "sekarang aku akan mengisahkan satu cerita
kepadamu yang apabila engkau hafalkan, akan berguna bagimu, tapi kalau engkau
sepelekan, engkau tidak akan mempunyai hujjah kelak dihadapan Alloh."
----------**********AMAL
YANG TERTOLAK**********----------
Kisah Malaikat Penjaga 7 Pintu Langit
"Hai
Mu'adz! Alloh menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan
bumi. Pada setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu, dan tiap-tiap
pintu langit itu dijaga oleh malaikat penjaga pintu sesuai kadar pintu dan
keagungannya.
Maka, Malaikat
hafazhoh (malaikat yang memelihara dan mencatat amal seseorang) naik ke langit
dengan membawa amal seseorang yang cahayanya bersinar-sinar bagaikan cahaya
matahari. Ia, yang menganggap amal orang tersebut banyak, memuji amal-amal
orang itu. Tapi, sampai di pintu langit pertama, berkata malaikat penjaga pintu
langit itu kepada malaikat hafazhoh, "Tamparkanlah amal ini ke wajah
pemiliknya, aku ini penjaga tukang pengumpat, aku diperintahkan untuk tidak
menerima masuk tukang mengumpat orang lain. Jangan sampai amal ini melewatiku
untuk mencapai langit berikutnya."
Keesokan
harinya ada lagi malaikat hafazhoh yang naik ke langit dengan membawa amal
shalih seorang lainnya yang cahayanya berkilauan. Ia juga memujinya lantaran
begitu banyaknya amal tersebut. Namun malaikat di langit kedua mengatakan,
"berhentilah, dan tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, sebab dengan
amalnya itu dia mengharap keduniaan. Alloh memerintahkanku untuk menahan amal
seperti ini, jangan samapi lewat hingga hari berikutnya." Maka seluruh
malaikat pun melaknat orang tersebut sampai sore hari.
Kemudian ada
lagi malaikat hafazhoh yang naik ke langit dengan membawa amal hamba Alloh yang
sangat memuaskan, dipenuhi amal sedekah, puasa, dan bermacam-macam kebaikan
yang oleh malaikat hafazhoh dianggap demikian banyak dan terpuji. Namun saat
sampai langit ketiga, "Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku
malaikat penjaga orang yang sombong. Alloh memerintahkanku untuk tidak menerima
orang sombong masuk. Jangan sampai amal ini melewatiku untuk mencapai langit
berikutnya. Salahnya sendiri ia menyombongkan dirinya di tengah-tengah orang
lain.
Kemudian ada
lagi malaikat hafazhoh yang naik ke langit keempat, membawa amal seseorang yang
bersinar bagaikan bintang yang paling besar, suaranya bergemuruh, penuh dengan
tasbih, puasa, sholat, naik haji, dan umroh. Tapi, ketika sampai di langit
keempat, malaikat penjaga pintu langit keempat mengatakan kepada malaikat
hafazhoh, "berhentilah jangan dilanjutkan. Tamparkanlah amal ini ke wajah
pemiliknya, aku ini penjaga orang-orang yang suka ujub (membanggakan diri). Aku
diperintahkan untuk tidak menerima masuk amal tukang ujub. Jangan sampai amal
itu melewatiku untuk mencapai langit yang berikutnya, sebab ia kalau beramal
selalu ujub.
Kemudian naik
lagi malaikat hafazhoh ke langit kelima, membawa amal hamba yang diarak
bagaikan pengantin wanita diiring kepada suaminya, amal yang begitu bagus,
seperti amal jihad, ibadah haji, ibadah umroh. Cahaya amal itu bagaikan
matahari. Namun, begitu sampai di langit kelima, berkata malaikat penjaga pintu
langit kelima, "Aku ini penjaga sifat hasud (dengki, iri hati). Pemilik
amal ini, yang amalnya sedemikian bagus, suka hasud kepada orang lain atas
kenikmatan yang Alloh berikan kepadanya, Sungguh ia benci kepada apa yang
diridhoi Alloh SWT. Saya diperintahkan agar tidak membiarkan amal orang seperti
ini untuk melewati pintuku menuju pintu selanjutnya.."
Kemudian ada
lagi malaikat hafazhoh naik dengan membawa amal lain berupa wudhu yang
sempurna, sholat yang banyak, puasa, haji, dan umroh. Tapi saat ia sampai di langit
keenam, malaikat penjaga pintu ini mengatakan, "Aku ini malaikat penjaga
rahmat. Amal yang seolah-olah bagus ini, tamparkanlah ke wajah pemiliknya.
Salah sendiri ia tidak pernah mengasihi orang. Apabila ada orang lain yang
mendapat musibah, ia merasa senang. Aku diperintahkan agar amal seperti ini
tidak melewatiku hingga dapat sampai pada pintu berikutnya."
Kemudian ada
lagi malaikat hafazhoh naik ke langit ketujuh dengan membawa amal seorang hamba
berupa bermacam-macam sedekah, puasa, sholat, jihad dan kewaroan
(kehati-hatian). Suaranya pun bergemuruh bagaikan geledek. Cahayanya bagaikan
malaikat. Namun tatkala sampai di langit ketujuh, malaikat penjaga langit ke
tujuh mengatakan, "Aku ini penjaga sum-'ah (ingin terkenal/ riya).
Sesungguhnya orang ini ingin dikenal dalam kumpulan-kumpulan, selalu ingin
terlihat lebih unggul disaat berkumpul, dan ingin mendapatkan pengaruh dari
para pemimpin.. Alloh memerintahkanku agar amalnya itu tidak sampai melewatiku.
Setiap amal yang tidak bersih karena Alloh, itulah yang disebut Riya. Alloh tak
akan menerima amal orang-orang yang riya."
kemudian ada
lagi malaikat hafazhoh naik membawa amal seorang hamba : sholat, zakat, puasa,
haji, umroh, akhlak yang baik, pendiam, tidak banyak bicara, dzikir kepada
Alloh. Amalnya itu diiringi para malaikat hingga langit ketujuh, bahkan sampai
menerobos memasuki hijab-hijab dan sampailah kehadirat Alloh SWT. Namun Alloh
SWT berfirman, "Kalian adalah hafazhoh, pencatat amal-amal hamba-Ku.
Sedangkan Akulah yang mengintip hatinya. Amal ini tidak karena-Ku, yang
dimaksud oleh si pemilik amal ini bukanlah Aku. Amal ini tidak di ikhlaskan
demi Aku. Aku lebih mengetahui dari kalian apa yang dimaksud olehnya dengan
amalan itu. Aku laknat dia, karena menipu orang lain, dan juga menipu kalian
(para malaikat hafazhoh). tapi Aku takkan tertipu olehnya.
Aku ini paling
tahu akan hal-hal yang ghaib. Aku-lah yang melihat isi hatinya, dan tidak akan
samar kepada-Ku setiap apapun yang samar, tidak akan tersembunyi bagi-Ku setiap
apapun yang tersembunyi. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi sama dengan
pengetahuan-Ku akan apa yang akan terjadi. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah
lewat sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang akan datang. Pengetahuan-Ku
kepada orang-orang terdahulu sebagaimana pengetahuan-Ku kepada orang-orang
kemudian. Aku lebih tahu atas apapun yang tersamar daripada rahasia. Bagaimana
bisa amal hamba-Ku menipu-Ku. Dia bisa menipu makhluk-makhluk yang tidak tahu,
sedangkan Aku ini Yang Mengetahui hal-hal yang ghaib. Laknat-Ku tetap
kepadanya.
Tujuh malaikat
hafazhoh yang ada saat itu dan 3000 malaikat lain yang mengiringi menimpali,
"Wahai Tuhan kami, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami
kepadanya." Maka, semua yang ada di langit pun
mengatakan,"Tetapkanlah laknat Alloh dan laknat mereka yang melaknat
kepadanya."
==========TAHANLAH
MULUTMU==========
Mu'adz pun
kemudian menangis terisak-isak dan berkata, "Ya Rosululloh, bagaimana bisa
aku selamat dari apa yang baru engkau ceritakan itu?" Rosululloh saw
menjawab, "Wahai Mu'adz ikutilah Nabimu dalam hal keyakinan!"
Mu'adz berkata
lagi, "Wahai Tuan, engkau adalah Rosululloh, sedangkan aku ini hanyalah
Mu'adz bin Jabal, bagaimana aku dapat selamat dan terlepas dari bahaya
tersebut?"
Rosululloh saw
bersabda, "Seandainya dalam amalmu ada kelengahan, tahanlah mulutmu,
jangan samapi menjelek-jelekan orang lain, dan juga saudara-saudaramu sesama ulama.
Apabila engkau hendak menjelek-jelekan orang lain, ingatlah pada dirimu
sendiri, sebagaimana engkau tahu dirimu pun penuh aib. Jangan membersihkan
dirimu dengan menjelek-jelekan orang lain. Jangan mengangkat dirimu sendiri
dengan menekan orang lain.
Jangan Riya
dengan amalmu agar diketahui orang. Janganlah termasuk golongan orang yang
mementingkan dunia dengan melupakan akhirat. Kamu jangan berbisik-bisik dengan
seseorang padahal disebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik.
Jangan takabur kepada
orang lain, nanti akan luput bagimu kebaikan dunia dan akhirat. Jangan berkata
kasar dalam suatu majelis dengan maksud supaya orang-orang takut keburukan
akhlaqmu itu.
Jangan
mengungkit-ungkit apabila berbuat kebaikan.
Jangan
merobek-robek (pribadi) orang lain dengan mulutmu, kelak kamu akan
dirobek-robek oleh anjing-anjing neraka jahannam, sebagaimana firman Alloh
"Wannaa syithoo-ti nasy-thoo." (di neraka itu ada anjing-anjing
perobek badan-badan manusia, yang mengoyak-ngoyak daging dari tulangnya)
Aku (Mu'adz)
berkata: "Ya Rosululloh, siapa yang akan kuat menanggung penderitaan
semacam ini?" Jawab Rosululloh saw, "Wahai Mu'adz, yang kuceritakan
tadi itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Alloh SWT. Cukup untuk
mendapatkan semua itu, engkau menyayangi orang lain sebagaimana engkau
menyayangi dirimu sendiri, dan membenci sesuatu terjadi kepada orang lain
apa-apa yang engkau benci bila sesuatu itu terjadi kepadamu."
"Apabila
seperti itu, engkau akan selamat, terhindar dari penderitaan itu."
Khalid bin
Ma'dan (yang meriwayatkan hadits itu dari Mu'adz r.a.) mengatakan, "Mu'adz
sering membaca hadits ini sebagaimana seringnya ia membaca Al Qur-an,
mempelajari hadits ini sebagaimana ia mempelajari Al Qur-an dalam
mejelisnya."
Wassalam
Dihimpun dan disusun oleh Exclusives on
